CNNGo mengambil gambar makanan enak di seputaran Kota Tua Georgetown, di Penang, Malaysia
Rumah toko yang dibangun sejak awal abad 20 telah dilestarikan dan kebanyakan masih dikelola oleh anggota keluarga yang sejak dulu memang tinggal di sana.
Tuan Tan memasak Hokkien Char, mi telur goreng dengan makanan laut. Kios makanan ditemukan hampir di setiap pojok Georgetown dan mereka langsung memasak bahan-bahan segar saat Anda memesan makanan.

Makanan favorit dari banyak pedagang, Char Kway Teow, adalah kwetiau yang digoreng dengan udang, kerang dan taoge.
Bangunan dan rumah toko di Georgetown yang berwarna-warni dan eklektik memadukan desain dari Eropa, Asia Tenggara dan Cina, dari berbagai periode arsitektural.
Tuan Yakkup, penjual teh, membuat minuman favorit Malaysia bernama Teh Tarik. Nama ini diambil dari proses penuangan saat membuat teh. Terbuat dari teh hitam dan banyak susu kental manis.
Penjual pasta kari melakukan pekerjaannya sejak pagi hari.
Dim sum adalah sarapan favorit di Georgetown, tapi di sini, dim sum menjadi lebih berkesan dibanding di tempat-tempat lain.
Tuan Lee, 82 tahun, sudah membuat hio di Georgetown sejak 60 tahun lalu. Ia menggunakan bubuk cendana terbaik yang diimpor dari Australia yang memunculkan aroma sangat menyenangkan.
Yu char kuih, gorengan tepung khas Cina (cakwe) , sangat mudah ditemukan dalam hidangan Cina. Kakak beradik Chew membuatnya dengan resep yang dibawa ayah mereka saat pindah dari Xiamen ke Georgetown. Hasilnya adalah yu char kuih yang rasanya lebih ringan dan baunya lebih harum dari versi aslinya.
Masjid Kapitan Keling di Georgetown saat matahari terbenam.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar